Tim Polres Teluk Bintuni Tinjau Lokasi Dugaan Pembalakan Liar di Hutan Mangrove Pulau Amutu, Salah Satu Upaya Lindungi Kelestarian Lingkungan

Bagikan berita ini

Visits: 27

Tim Polres Teluk Bintuni Tinjau Lokasi Dugaan Pembalakan Liar di Hutan Mangrove Pulau Amutu, Salah Satu Upaya Lindungi Kelestarian Lingkungan

BINTUNI, InspirasiPapua.id-Kapolres Teluk Bintuni AKBP Dr. H. Choiruddin Wachid, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Samuel Marbun, bersama anggota Polres dan Pol Airud, telah melakukan peninjauan lokasi terkait dugaan pembalakan liar yang dilaporkan terjadi di cagar alam hutan mangrove di Pulau Amutu, distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua BaratBarat pada hari Kamis, (31/8/2023).

Peninjauan itu dilakukan dengan tujuan untuk memeriksa dugaan pengrusakan kawasan tersebut yang melibatkan aktivitas PT Bintuni Utama Murni Wood Industries, perusahaan yang telah beroperasi mengolah hutan Mangrove menjadi serbuk kayu di wilayah tersebut selama 30 tahun.

Menurut Menejer bagian penanaman dan perencanaan, Solehudin, proses penanaman ulang kawasan hutan mangrove memerlukan tiga tahun setelah penebangan dilakukan. Proses ini mencakup pengkondisian area, investasi luasan, dan penanaman bibit mangrove seperti Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata.

Sementara Kepala Bagian Personalia PT Bintuni Utama Murni Wood Industries, Williem, telah mengklarifikasi bahwa perusahaan memiliki izin industri hasil hutan yang diolah menjadi chip atau serbuk kayu.

Saat ini, perusahaan fokus pada penghasilan karbon dalam berbagai bidang usaha.

Sedangkan Nursidik dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua Barat telah menjelaskan perbedaan antara kawasan hutan produksi dan konservasi berdasarkan peta kawasan hutan.

Nursidik menekankan pentingnya menjaga ekosistem terutama dalam kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati seperti hutan mangrove di Pulau Amutu.

Peninjauan ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas industri yang dapat memengaruhi lingkungan alam.

Dalam upaya pengawasan, pihak Polres Teluk Bintuni juga telah menggunakan drone atau pesawat tanpa awak untuk memantau kondisi terkini hutan mangrove yang memiliki peran penting sebagai paru-paru dunia. (ahd-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *