Pipa Proyek Air Baku BWS Papua Barat Di Bintuni Sudah Lama Selesai Namun Tidak Pernah Dinikmati Masyarakat

Nampak pipa air yang sudah lama dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) pusat yang melintasi kampung Beimes distrik Bintuni Timur menuju kota Bintuni sampai sekarang manfaatnya belum dirasakan masyarakat Bintuni. Foto : InspirasiPapua. id.
Bagikan berita ini

Visits: 9

Pipa Proyek Air Baku BWS Papua Barat Di Bintuni Sudah Lama Selesai Namun Air Bersih Tidak Pernah Dinikmati Masyarakat

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Pipa proyek air baku Balai Wilayah Sungai atau BWS Papua Barat di Bintuni sudah lama selesai namun air bersih tidak pernah dinikmati masyarakat Bintuni setetes pun.

Proyek pembangunan Air Baku di Kota Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat yang nilainya miliyaran itu, dikerjakan oleh kontraktor  PT Melo Aneka Raya senilai Rp 34.700.000.000, (tiga puluh empat milyar tujuh ratus juta) hingga kini belum memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Bintuni, meskipun telah berjalan sejak tahun 2021.

Hal ini menimbulkan kekecewaan mendalam serta pertanyaan besar dari masyarakat terhadap kinerja proyek pusat tersebut.

Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, pernah menyoroti kinerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Papua Barat itu terkait proyek tersebut yang belum mampu menyuplai wilayah kota Teluk Bintuni, meskipun proyek ini telah digulirkan sejak 12 tahun lalu.

“Saya akan meminta Kepala BWS agar pekerjaan tersebut diselesaikan, ini sejak 2021 dan hingga kini belum dinikmati masyarakat,” ujar Kasihiw waktu itu.

Sementara, Menurut Roby (Salah satu warga Bintuni), pipa yang digunakan dalam proyek tersebut telah diganti dari paralon menjadi pipa besi sejak tahun 2001, namun air belum juga mengalir dan bahkan mereka juga membangun bak penampungan dibeberapa titik namun airnya tidak ada sampai sekarang.

“Dulu itu pipanya dari paralon, sekarang diganti dengan pipa besi. Dari jamannya Bupati pak Alfons Manibui, sampai pak Piet air belum jalan, sayang sekali anggaran itu terbuang dengan cuma-cuma,” tegasnya.

Masyarakat berharap agar perwakilan rakyat yang telah terpilih di DPRD Kabupaten, DPR Provinsi Papua Barat, bahkan mewakili masyarakat Papua Barat di pusat (DPR RI), dapat menanggapi kebutuhan-kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan akan air bersih dibuatkan panitia khusus atau Pansus untuk melakukan investigasi kenapa proyek air itu mandek sampai sekarang.(Inspirasi Papua.id)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *