Tahun Ini, Dinas Dukcapil Bintuni Akan Lakukan Pendataan OAP

Bagikan berita ini

Visits: 36

Tahun Ini, Dinas Dukcapil Bintuni Akan Lakukan Pendataan OAP

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Tahun 2023 ini Dinas Dukcapil Kabupaten Teluk Bintuni Akan melakukan pendataan Orang Asli Papua (OAP). Dimana Dinas Dukcapi Bintuni sudah berhasil mendata orang asli 7 Suku Teluk Bintuni.

“Data orang asli 7 Suku Teluk Bintuni ini datanya sudah ada namun data OAP belum ada dan tahun ini kami rencanakan akan mendata orang asli Papua yang ada di kabupaten Teluk Bintuni,” tutur Plt. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Teluk Bintuni Fredrik Paduai, S.Sos kepada wartawan ketika dikonfirmasi belum lama ini di Bintuni.

Plt. Kepala Dinas Dukcapil itu juga mengatakan bahwa soal data OAP pihaknya tidak bisa menyalahkan OPD.

“Dan juga kita tidak bisa bilang kenapa kebijakan Bupati ini tidak tepat sasaran. Itu Bukan Bupati yang salah. Tetapi buat saya kepala dinas dan teman-teman Dukcapil juga harus bertanggung jawab soal data OAP karena kami juga yang harus menyajikan data tersebut.

Misalnya ketika kita berikan data kepada Bapak Bupati bahwa orang Papua 7 suku yang tinggal di kampung Tomu ada sekian orang dan pekerjaannya yaitu petani, nelayan dan lainnya.

Sehingga kebijakan untuk memberikan bantuan ini akan tepat sasaran. Contohnya kelompok pertanian itu diberikan untuk orang asli Papua maka jumlahnya yang petani itu jadi tepat.

Karena selama ini yang diberikan bantuan oleh pemerintah jumlahnya tidak pernah habis. Contoh soal lagi ketika modal usaha itu digelontorkan pemerintah daerah itu semua orang mau jadi pengusaha.

Dimana ada Rp.10 Milyar pemerintah sudah gelontorkan untuk orang asli Papua pada tahun 2022. Dimana semua orang mau menerima bantuan.

Hal yang sama seperti bantuan motor jhonson itu pemerintah berikan untuk nelayan maka semua orang mau datang menjadi nelayan sehingga bantuan itu tidak pernah habis,” paparnya.

Oleh karena itu, kata Paduai bahwa menjadi salah satu tugas dirinya untuk membanahi data OAP sehingga benar-benar data tersebut bisa dipertanggung jawabkan dan dalam mengambil suatu kebijakan Bupati itu bisa terbantu.

“Dimana yang terpenting bagi saya kita benahi data orang asli Papua karena Otsus ini sudah jalan periode pertama dan orang banyak mengeluh uang Otsus itu kemana?.
Karena memang tidak ada data. Bupati mau memberikan rumah untuk si A tetapi datanya tidak ada.

Maka tahun ini kita kejar pendataan OAP. Kalau memang tahun ini dananya hanya bisa mendata OAP di 3 distrik atau 4 hingga 10 distrik maka kami akan jalan mendata.

Sehingga saya berharap Dinas Dukcapil juga mendapat Support atau mendapatkan dana untuk pendataan OAP khusus dari dana Otsus.

Kemudian pelayanan akte kelahiran, kutipan kelahiran perkawinan contohnya ada untuk umum dan ada juga untuk Otsus.

Kita sebenarnya melayani orang Otsus juga contoh ketika kita pergi melayani masyarakat di gunung yaitu Moskona, Fafurwar dan Dataran Beimes serta di pesisir Sebyar yang memiliki 90 persen orang asli Papua yang tinggal di wilyah-wilayah tersebut yang perlu kita data.

Serta kita bertanggung jawab untuk itu. Saya sering mendorong teman-teman mari kita membangun negeri ini dengan kita punya tugas menyiapkan data.

Kalau kita melayani banyak orang tetapi kalau kita tidak pernah menyiakan data untuk orang dengan baik maka percuma kita kerja di sini.

Data OAP ini nantinya kita akan publikasikan sesuai dengan aturan artinya jumlah penduduk berapa dan lainnya itu wajib orang tahu dan kalau itu benar wajib kita sampaikan ke publik,” ujar Paduai. (ahd-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *