Ini Agenda Bupati Bintuni Saat Pertemuan Dengan Masyarakat Adat Sumuri Dan Perusahaan Genting Oil

Nampak Bupati Petrus Kasihiw dan Kepala Bappelitbangda Alimudin serta sejumlah Kepala OPD tiba di Saengga dan dijemput oleh masyarakat Adat Suku Sumuri. Nampak Bupati Petrus Kasihiw ketika memberikan arahan kepada Masyarakat adat Suku Sumuri. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 85

Ini Agenda Bupati Bintuni Saat Pertemuan Dengan Masyarakat Adat Sumuri Dan Perusahaan Genting Oil

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Ini agenda Bupati Teluk Bintuni dan rombongan ketika mengunjungi kampung Saengga Distrik Sumuri selama dua hari yaitu 18-19 Juli 2023.

Dalam kunjungan kerja itu, Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT memiliki beberapa agenda kerja yaitu, (a). Konsultasi Publik Pengembangan Blok Kasuri oleh PT. Layar Nusantara Gas, (b). Penjelasan terkait Kawasan Industri serta (c). Pemaparan Rencana Pembangunan di wilayah distrik Sumuri.

Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw dalam pertemuannya dengan masyarakat adat Suku Sumuri dan perusahaan Genting Oil Kasuri Ltd serta perusahaan PT Layar Nusantara Gas menyampaikan salam hangat kepada semua yang hadir dalam pertemuan itu.

Selanjutnya Bupati Bintuni itu menjelaskan, pertemuan itu sudah lama dinantikan dan meski dirinya capek tetapi sebagai Bupati berkomitmen menghadiri pertemuan penting itu.

“Apalagi Sumuri adalah bagian dari saya karena sama dengan saya punya mama. Jadi apapun yang terjadi dengan kehadiran perusahaan di Sumuri ini yang penting kitong semua paham.

Dimana pemerintah paham, tentang situasi dan kondisi kenapa harus ada perusahaan yang masuk di sini, untuk apa dia masuk. Tetapi masyarakat juga harus paham bahwa kalau perusahaan masuk bagaimana nasib masyarakat.

Hal itu yang akan menjadi pertanyaan, itu yang akan kita diskusikan dimana penantian cukup panjang yaitu sejak tahun 2008 Genting Oil Kasuri mulai melakukan eksplorasi untuk menemukan sumur-sumur gas yang ada di wilayah dataran Sumuri.

Dimana sumur-sumur itu sudah ditemukan diantaranya sumur yang produktif yang bisa menghasilkan gas dan semua ada di atas daratan. Dan lain dengan yang ada di Sebyar di sana semua sumurnya ada di pesisir atau di laut.

Kita semua sudah menanti selama 15 tahun dimana banyak investor yang datang untuk mengelola atau memanfaatkan gas di sini dan salah satunya PT Layar Nusantara Gas,” ungkap Bupati Petrus Kasihiw.

Lanjut Bupati Bintuni itu menjelaskan bahwa perusahaan Genting Oil Kasuri selama ini hanya bertugas mencari sumur-sumur gas ada dimana.

“Kemudian Genting Oil produksi gas abstrim dari dalam tanah dia naikkan, lalu ada perusahaan lain yang akan memproses gas tersebut  entah itu dijadikan gas atau amonia maupun pupuk dan lainnya. Kemudian ada investor-investor yang menggunakan itu, jadi ini harus kita bisa bedakan.

Genting Oil Kasuri itu hanya menaikkan gas, siapa yang mau olah gasnya itu adalah investor baru tapi Genting Oil Kasuri yang bertanggungjawab terhadap supplay gas,” papar Bupati Kasihiw.

Menurut Bupati bahwa sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat dimana daerah ini masih menjadi status kawasan hutan dan itu masih ada hak-hak adat yang mengikat kawasan hutan itu.

“Yang dimiliki beberapa marga seperti Fosa, Sodefa, serta marga-marga yang saling erat secara kekeluargaan itu katakanlah Lima marga, tetapi karena kita hidup di atas Tanah Sumuri tanah 19 marga tentunya yang lain itu tidak bisa duduk saja nonton tetapi secara hak kita harus duduk bicara bersama.

Dan kita sudah bersama-sama dengan Genting Oil mencetuskan satu dokumen AMDAL itu untuk Genting Oil Kasuri. Tetapi kalau untuk PT Layar Nusantara Gas harus dibuat AMDAL baru, dimana AMDAL itu tidak merubah AMDAL yang sudah ada.

Tetapi karena jenis operasinya beda yaitu mereka akan kelola gas menjadi LNG di Asap dan dia tidak seperti LNG Tangguh yang kilangnya ada di darat. Namun kilangnya ada di lepas pantai pulau Asap di Muara Senendara.

Maka PT Layar Nusantara Gas memprakarsai AMDAL karena mereka rencananya akan beroperasi di sini maka mereka harus bertanggung jawab terhadap AMDAL karena itu kita duduk di sini untuk Konsultasi Publik Pengembangan Blok Kasuri,” terang Bupati dua periode itu.

Bupati Bintuni itu juga mengatakan bahwa apapun yang terjadi kita akan kembali kepada masyarakat Sumuri.

“Sebab kita mencari investor itu tidak gampang, contoh kenapa kawasan industri Onar belum jalan karena investornya itu memang harus memastikan bahwa pertama persoalan tanah itu tidak jadi masalah, kedua masyarakat adat bisa menerima, tetapi hak adat juga harus diperhatikan.

Jadi pemerintah daerah hadir di sini untuk memastikan ini semua dimana saya tidak ada di pihak perusahaan tetapi saya tetap ada di pihak masyarakat.

Sebagai Bupati, saya sudah berjuang susah payah untuk bagaimana bisa menghadirkan sebuah perusahaan sebagai investor yang akan membawa investasi atau uang masuk di Teluk Bintuni.

Saya sampai pulang pergi ketemu dengan orang di Jakarta cerita tentang kami Bintuni punya gas, kami Bintuni punya minyak. Tetapi mereka bertanya bagaimana caranya kami mau masuk, katanya tanah di sana bermasalah sekali, apakah masyarakat bisa menerima kami?.

Lalu saya bilang sepanjang bermanfaat bagi masyarakat adat orang di Teluk Bintuni itu orang yang punya hati, walaupun kita pernah mengalami sejumlah persoalan di masa lalu.

Dan akhirnya masyarakat masih bertanya-tanya, tetapi saya sangat percaya bahwa keluarga besar Sumuri pasti akan punya pemikiran lebih. Kita pemerintah bekerja sesuai aturan, perusahaan juga bekerja sesuai aturan sampai persoalan tanah di Genting Oil selesai.

Dan kita juga akan bicara soal adat lokasi sumur gas yang ada di Asap. Ini yang memerlukan dukungan dari kita semua. Tuhan memberikan berkat kekayaan sumber daya alam yang luar biasa.

Dan sudah ada investor yang mau mengelola maka mari kita duduk bicara sebab tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan sepanjang kita duduk bicara dan temukan solusinya.

Saya pun tidak mau jual tanah ini sembarang tetapi saya ingin agar tanah ini memberikan manfaat dan bisa dinikmati masyarakat Sumuri. Tentunya pemerintah akan memperhatikan hak-hak tanah masyarakat adat serta tanaman tumbuh di atasnya,” terang Bupati Bintuni 2 periode itu.

Dalam agenda kunjungan kerja Bupati Teluk Bintuni tersebut  didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bapedalitbangda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Sosial, serta Kabid Fispra pada Bapedalitbangda serta Kabag Humas dan Protokoler Pemda Teluk Bintuni. (ahd-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *