Views: 33
BINTUNI, InspirasiPapua.id- Anggota DPR Provinsi Papua Barat Drs. Elias Lamere,MM, Kamis (10/11/2022) melakukan kunjungan kerja kegiatan reses III di Kabupaten Teluk Bintuni.

Dimana Elias Lamere selaku Sekretaris Komisi V DPR Papua Barat yang membidangi pendidikan memiliki perhatian besar terhadap masalah pendidikan di panti-panti asuhan yang ada di Bintuni salah satunya adalah Panti Asuhan (PA) Muhammadiyah Bintuni.
Anggota DPR Papua Barat Fraksi Golongan Karya (Golkar) tersebut mengunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah yang berlokasi di Jalan Raya Tissay SP-5 distrik Bintuni Timur sekaligus bersilaturahmi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Teluk Bintuni Muhammad Yamin Bauw beserta pengurus dan Ketua Panti Asuhan Muhammadiyah Hariyanto Mumuan S.Pd,. M.Pd dan segenap pengurus panti.

Dalam kunjungan resesnya Elias Lamere memberikan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) ke panti asuhan sekaligus mendengarkan aspirasi Perguruan Muhammadiyah Teluk Bintuni.
Elias Lamere selaku Sekretaris Komisi V DPR Papua Barat yang membidangi pendidikan itu kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan warga masyarakat di Perguruan Muhammadiyah Teluk Bintuni mengatakan bahwa dirinya melakukan kunjungan kerja ke Bintuni dalam rangka reses III DPR Papua Barat.

“Dalam kegiatan reses ini saya akan bertemu dengan masyarakat dibeberapa titik. Kemudian reses saya mulai dari keluarga besar Perguruan Muhammadiyah. Dimana kunjungan saya kali ini saya sangat mengapresiasi sambutan yang sangat luar biasa yang diberikan kepada saya yang begitu antusias dan banyak masyarakat yang hadir, pwertemuan berlangsung dengan baik meriah, sambutan yang begitu luar biasa,” tutur Lamere.
Sekretaris Komisi V DPR Papua Barat itu mengatakan bahwa kenapa dirinya ke Yayasan Panti Asuhan Muhammadiyah Bintuni karena lebih besar memperhatikan masalah pendidikan melalui panti-panti asuhan.

Karena kadangkala panti-panti asuhan karena kadang-kadang panti asuhan itu jauh dari sentuhan serta perhatian. Dalam hal ini saya tidak menyalahkan siapa-siapa, tetapi kehadiran saya di tempat ini untuk melihat dan melakukan deteksi dini terhadap eksistensi dari Panti Asuhan Muhammadiyah ini.
Maka kita mencoba membuka pemikiran kita bersama bagaimana kita mendesign dunia pendidikan yang kita memulai dari mereka yang terbuang dan terisolasi.














