Rutan Bintuni Gandeng Dinkes dan RSUD Siapkan Klinik bagi Warga Binaan

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 0

Warga Binaan Juga Warga Bintuni, Rutan Siapkan Klinik Kesehatan

BINTUNI, inspirasipapua.id — Warga binaan tetap membutuhkan layanan kesehatan meski sedang menjalani masa pidana. Karena itu, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bintuni menyiapkan poliklinik untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan secara lebih teratur di dalam rutan.

Kepala Rutan Kelas IIB Bintuni, Frits V. Suruan, mengatakan pembentukan poliklinik tersebut masih dalam proses pengurusan izin di Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Rutan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas Bintuni, dan RSUD Teluk Bintuni untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi warga binaan.

“Pembentukan Poliklinik Rutan ini sudah kami koordinasikan dengan pihak Dinas Kesehatan, Puskesmas dan RSUD Bintuni,” kata Frits kepada wartawan di ruang kerjanya, Rutan Kelas IIB Bintuni, Kilo-9, Distrik Bintuni, Kamis (1/10/2026).

Menurut Frits, poliklinik nantinya memiliki seorang dokter sebagai penanggung jawab dan dibantu dua perawat yang telah tersedia di Rutan Bintuni. Dokter pendamping diharapkan dapat disediakan melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan pemerintah daerah. Keterbatasan tenaga dokter di lingkungan Rutan dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Papua Barat menjadi salah satu pertimbangan pola kerja sama tersebut.

Selama ini, pelayanan kesehatan warga binaan masih dilakukan secara terbatas. Jika persediaan obat habis, Rutan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, maupun rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan obat dan penanganan medis.

Frits mengatakan keberadaan poliklinik akan membuat pelayanan kesehatan lebih terarah. Warga binaan, kata dia, tetap merupakan bagian dari masyarakat Teluk Bintuni sehingga kebutuhan dasar mereka, termasuk kesehatan, perlu mendapat perhatian.

“Kesehatan sangat penting. Warga binaan juga adalah warga Bintuni sehingga perlu mendapatkan pelayanan kesehatan dan perhatian,” ujarnya.

Kesiapan layanan kesehatan juga menjadi penting di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Teluk Bintuni dalam beberapa waktu terakhir. Ratusan warga binaan berada dalam lingkungan rutan sehingga gangguan pernapasan seperti asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) perlu diantisipasi.

Frits mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan warga binaan yang mengalami gangguan pernapasan berat dapat segera memperoleh penanganan dan, bila diperlukan, dirujuk ke RSUD Bintuni.

Untuk pertolongan pertama, Rutan Bintuni telah memiliki tabung oksigen bantuan dari pemerintah pusat. Masker juga telah dibagikan kepada seluruh warga binaan sebagai langkah pencegahan terhadap paparan asap.

Frits mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan, Puskesmas Bintuni dan RSUD Bintuni yang selama ini membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan.

“Semoga kerja sama yang baik ini terus terjalin. Warga binaan Rutan juga adalah warga Bintuni,” katanya.

**(Tim/red/muris/inspirasipapua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *