Kepala Kampung Merdey-Teluk Bintuni Keluhkan Tidak Adanya Biaya Transportasi Beras

Bagikan berita ini

Visits: 7

Kepala Kampung Merdey-Teluk Bintuni Keluhkan Tidak Adanya Biaya Transportasi Beras

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Masyarakat Kampung Merdey mengeluhkan tidak adanya biaya transportasi beras dari tempat penampungan (Gudang Kampung Lama / RRI) ke Kampung Merdey distrik Merdey.

Keluhan itu disampaikan oleh Kepala Kampung Merdey, distrik Merdey Adrianus ogoney atau yang biasa disapa Argo ketika diwawancarai wartawan, Sabtu (16/3/2024) saat berada di Gudang Beras RRI Lampung Lama.

“Bantuan beras ini baru pertama kali kami terima, tetapi biaya transportasi tidak ada.

 Nanti biaya transportasi ini siapa yang bertanggungjawab, apakah kepala kampung, apakah kepala distrik atau dinas yang terkait,” ujar Argo dengan nada bertanya.

Meski demikian, Argo sebagai kepala kampung merasa kasian apabila beras tinggal di gudang begitu saja.

“Sehingga dirinya berinisiatif untuk menggunakan biaya sendiri mengangkut 50 zak beras berukuran 10 Kg dari gudang ke kampung Merdey guna dibagikan kepada  warganya di sana.

“Saya merasa apabila tidak ada tindakan dari kepala kampung maka beras-beras ini akan tertumpuk di sini, siapa yang bertanggungjawab? ” imbuhnya.

Lanjut Argo, terpaksa kepala-kepala kampunga, mereka ambil sendiri, dengan biaya sendiri , itu kalau kepala kampungnya baik bisa menyerahkan bantuan beras tersebut kepada masyarakat di kampung.

Kalau tidak bisa pasti barang ini tidak sampai di kampung.” ungkapnya.

Lanjut Argo lagi, apalagi kampung-kampung yang berada di wilayah Moskona biaya transportasi lebih besar.

“Dimana dari sini ke Merdey biaya transportasi beras ini bisa mencapai dua juta itu harga di bawah.

Apalagi daerah Moskona lainnya yang lebih jauh kadang  ongkosnya sampai lima juta bahkan enam juta,” jelasnya.

Pada kesempatan itu Kepala Kampung Merdey itu juga  menyampaikan harapannya, kalau ada bantuan seperti ini agar pemerintah daerah  langsung mengantar bantuan tersebut ke masyarakat di kampung atau ke distrik.

“Agar kami yang ada di kampung atau distrik tidak kewalahan untuk memikirkan biaya transportasi,” ujarnya.

Di tempat yang sama Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Teluk Bintuni Markus Sefire, SE menjelaskan bahwa bantuan beras yang diperuntukkan ke masyarakat yang berada di distrik Definitif dan kampung definitif ini disebut Bantuan pangan dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) Sebanyak 136.290 zak dengan berat 10 Kg.

“Setelah stok Desember ini baru masuk lagi stok bulan Februari 2024.

Kami hanya menerima saja dari distributor yaitu PT. YASA, dan ditampung di gudang ini,” terang Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan itu.

Sefire juga membenarkan seharusnya PT YASA sebagai distributor harus mendistribusikan bantuan ini sampai ke distrik-distrik bukan di tumpuk disini. Karena seperti itu prosedurnya,” kata Sefire. (ahm-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *