Dukung Visi Misi dan 100 Hari Kerja Bupati, RSUD Tingkatkan Pelayanan Inovatif

Plt. Direktur RSUD Kabupaten Teluk Bintuni dr. Novita Panggau, Sp.PD. (ist/kadate/inspirasi papua)
Bagikan berita ini

Views: 194

Dukung Visi Misi dan 100 Hari Kerja Bupati, RSUD Tingkatkan Pelayanan Inovatif

 

 

BINTUNI, Papua Barat-Inspirasi Papua- Dalam rangka mendukung Visi Misi Bupati yaitu Sehat, Enerjik, Religius, Andal, SMART dan Inovatif (SERASI) dan 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Teluk Bintuni melakukan terobosan meningkatkan pelayanan Inovatif kepada masyarakat Teluk Bintuni.

“RSUD Bintuni merupakan pilar utama dalam kesehatan,  hal ini melekat erat pada visi misi Bupati  Teluk Bintuni yaitu SERASI. Sehingga RSUD Bintuni mendapatkan dukungan priiritas dari Pemda Teluk Bintuni.

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maka RSUD Bintuni melakukan beberapa terobosan inovatif  yaitu: pertama, mendekatkan akses kesehatan dengan cara  membuka layanan pasien dengan BPJS maupun non BPJS.

Dimana pelayanan yang ada tetap dilanjutkan yaitu pelayanan dalam lingkungan rumah sakit.

RSUD Bintuni juga bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Teluk Bintuni melakukan pelayanan keluar dengan melakukan bakti sosial yang dilakukan dokter-dokter spesialis yaitu melakukan pelayanan ke distrik yang jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat jauh dari rumah sakit.

Kemudian RSUD juga mengembangkan pelayana-pelayanan baru yang bersifat Inovatif yang saat ini sudah berjalan diantaranya pelayanan Kemoterapi atau pelayanan penyakit kanker.

Dimana pelayanan Kemoterapi ini adalah pelayanan penyakit kanker pertama di Papua Barat dan kedua setelah RSUD Jayapura,” ungkap Plt. Direktur RSUD Teluk Bintuni dr. Novita Panggau, Sp.PD ketika diwawancarai di RSUD Bintuni belum lama ini.

“Pelayanan lainnya yaitu pelayanan Laparaskopi atau pelayanan berbagai macam operasi dimana RSUD Bintuni  sudah memiliki dokter yang dapat menggunakan alat Laparaskopi tersebut dan pelayanan ini sudah berjalan.

“Dimana sudah ada pasien yang berhasil dioperasi dengan menggunakan alat Laparaskopi ini.

Tentunya alat operasi Laparaskopi ini merupakan satu-satunya alat operasi canggih yang ada di Papua Barat saat ini. Sehingga pelayanan ini juga termasuk pelayanan inovatif.

Kedepannya RSUD Bintuni juga akan melakukan pelayanan Hemodialisa yaitu pelayanan cuci darah terutama pada pasien yang gagal ginjal. Dan saat ini dalam proses persiapan. Soal SDM RSUD sudah siap dan proses perijinannya sedang berjalan,” jelasnya

Direktur RSU Bintuni itu menegaskan, beberapa pelayanan inovatif itu sangat mendukung Visi Moisi serta 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni.

“Selain pelayanan inovatif itu, RSUD Bintuni  juga perlu memperbaiki infrastruktur yang ada untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sebab usia RSUD Bintuni sudah 14 tahun sehingga infrastrukturnya perlu direnovasi atau diperbaiki karena sudah mengalami penurunan kualitas.

Dimana dalam memperbaiki infrastruktur RSUD Bintuni ini tidak sekaligus karena disesuaikan dengan anggaran yang ada,” terang dr. Novita.

“Selain memperbaiki infrastruktur, RSUD juga akan melengkapi dokter spesialis yang ada, seperti dokter ahli Neurologi atau ahli penyakit syaraf dan dokter spesialis Patalogi dan Anatomi yaitu ahli jaringan dan sel yang dapat mendiagnosis penyakit.

Tentunya dokter spesialis ini akan mendukung pelayanan Kemoterapi yang saat ini sudah berjalan. Kemudian RSUD juga akan memiliki dokter spesialis jantung yang tahun terakhir ini masih kosong dan kabar baiknya akhir tahun ini akan di isi dokter PNS dari Bintuni yang sudah selesai melakukan pendidikan akan kembali memberikan pelayanan penyakit jantung di RSUD Bintuni.

Secara garis besar sumber daya manusia (SDM) RSUD Bintuni sudah siap dan saat ini sudah ada 400 staf yang bekerja di RSUD  dimana tenaga kerja dalam jumlah besar itu akan dimaksimalkan dengan memberdayakan mereka untuk meningkatkan produktifitasnya. Sehingga tidak ada tenaga yang menganggur.

Harapan saya dengan adanya inovasi-inovasi yang baru ini hendaknya dapat meningkatkan layanan kesehatan yang selama ini  belum menjangkau masyarakat terutama pasien yang selama ini dirujuk keluar Bintuni untuk lakukan kemo, pemeriksaan jantung dan syaraf itu semua nantinya sudah bisa dilakukan di Bintuni tanpa harus rujuk keluar.

Tentunya  hal ini akan mengefisienkan anggaran dengan memperkuat layanan di RSUD Bintuni ini,”tutupnya. (kadate/inspirasi papua/penulis M.Ahmad)

 

www.inspirasipapua.id

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *