Views: 35
Hijaukan Bumi, Jaga Laut: Bhayangkara Tanam 1.000 Mangrove di Teluk Bintuni
Oleh: Kadate/Inspirasi Papua
BINTUNI, KADATE/Inspirasi Papua— Sinar matahari pagi menyapu lembut pesisir kawasan cagar alam di Teluk Bintuni Sisar Matiti, Senin (30/6/2025). Hembusan angin laut membawa aroma garam dan lumpur basah yang khas. Di sinilah, di sebuah sudut hening alam Papua Barat, ratusan tangan bersatu untuk sebuah tujuan mulia: menanam harapan di akar-akar mangrove.
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Teluk Bintuni menggelar aksi penanaman mangrove sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di baliknya, tersimpan tekad kuat aparat kepolisian untuk merawat bumi dan memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat serta alam yang menjadi rumah bersama.
Bhayangkara Hijaukan Negeri
Mengusung tema ” Polri untuk Masyarakat, Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas”, jajaran Polres Teluk Bintuni menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga pelestarian lingkungan.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, SIK memimpin langsung kegiatan ini, didampingi Wakapolres Kompol Alexander Putra, para perwira, bintara, serta Ketua Bhayangkari Cabang Teluk Bintuni bersama pengurus.
Turut hadir pula personel Batalion C Sat Brimobda Polda Papua Barat, perwakilan PetroTekno Bintuni, dan insan pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bintuni.
Dengan semangat gotong royong, mereka bergandengan tangan menyusuri lumpur-lumpur pesisir, menancapkan 1.000 bibit mangrove ke dalam bumi, satu per satu. Tak peduli sepatu kotor atau pakaian ternoda lumpur, semua larut dalam kebersamaan yang hangat.
Akar yang Mengikat, Daun yang Melindungi
Mangrove bukan sekadar pohon. Ia adalah penjaga garis pantai, penahan abrasi, pelindung dari gelombang pasang, sekaligus rumah bagi ratusan biota laut. Spesies Avicennia dan Bruguiera yang ditanam dalam kegiatan ini dikenal sebagai dua jenis utama yang tahan terhadap salinitas tinggi dan sangat efektif mencegah erosi tanah.
Penanaman dilakukan di atas lahan seluas 5 hektar yang menjadi bagian dari kawasan cagar alam pesisir Teluk Bintuni. Sebuah area penting yang telah lama menjadi tumpuan hidup bagi nelayan, habitat burung migran, serta laboratorium hidup bagi generasi muda yang ingin belajar tentang ekosistem laut tropis.
Sebuah Pesan dari Alam
Dalam sambutannya, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk cinta Bhayangkara terhadap bumi Papua.
“Kami ingin tinggalkan warisan yang baik, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk anak cucu kita. Penanaman mangrove ini adalah pesan bahwa keamanan dan kedamaian juga bisa tumbuh dari alam yang lestari,” ungkapnya dengan suara mantap.
Ketua Bhayangkari Cabang Teluk Bintuni, yang turut serta dalam penanaman, menyebut bahwa ini juga momentum untuk membangun kesadaran kolektif keluarga besar Polri tentang pentingnya mencintai dan merawat lingkungan.
“Perempuan juga punya peran dalam menjaga bumi, dan kami hadir hari ini untuk itu,” tuturnya sembari mengusap lumpur dari telapak tangannya.
Lebih dari Sekadar Simbolik
Tak hanya berhenti pada kegiatan penanaman, inisiatif ini juga menjadi titik tolak bagi Polres Teluk Bintuni untuk membangun program jangka panjang pelestarian mangrove bersama masyarakat. Beberapa mitra, termasuk pihak swasta dan komunitas lokal, telah menyatakan komitmen untuk mendukung pemeliharaan bibit yang telah ditanam agar tumbuh dan berkembang.
Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana lembaga penegak hukum dapat bertransformasi menjadi pelindung lingkungan. Di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kerusakan alam, aksi ini menjadi simbol bahwa keteladanan harus dimulai dari mereka yang berdiri paling depan dalam pelayanan publik.
Akhir yang Hangat, Awal yang Baru
Kegiatan ditutup dengan foto bersama yang penuh keceriaan. Senyum merekah di wajah para peserta, dari pucuk pimpinan hingga para anggota muda. Mereka tahu, pagi itu mereka tidak hanya menanam mangrove — mereka menanam masa depan.
Langit Teluk Bintuni semakin cerah ketika langkah-langkah berlumpur itu kembali berfose bersama sebelum menapak jalan pulang. Di belakang mereka, 1.000 mangrove baru berdiri. Muda, kokoh, dan penuh harapan — seperti Bhayangkara yang terus tumbuh bersama rakyat, menjaga negeri dari darat hingga laut. (Tim/MA/Kadate/Inspirasi Papua)
Versi Bahasa Inggris:
Green Earth, Protected Seas: Bhayangkara Plants 1,000 Mangroves in Teluk Bintuni
By: Kadate/Inspirasi Papua
BINTUNI, KADATE/Inspirasi Papua — The morning sun gently bathed the coastal nature reserve area of Sisar Matiti, Teluk Bintuni, on Monday (June 30, 2025). The sea breeze carried the salty scent of the ocean and the unique aroma of wet mud. Here, in a quiet corner of West Papua’s natural beauty, hundreds of hands came together for a noble mission: planting hope in the roots of mangroves.
To commemorate the 79th Bhayangkara Day, the Teluk Bintuni Police held a mangrove planting event as a tangible act of environmental care. This was not merely a ceremonial activity—it was a strong statement of the police’s commitment to preserving the Earth and fostering harmony with both the community and the natural environment they all share.
Bhayangkara Greens the Nation
Carrying the theme “The Police for the People: Precision Police Supporting Accelerated Inclusive and Sustainable Economic Transformation Towards a Golden Indonesia”, the Teluk Bintuni Police demonstrated that their service goes beyond law enforcement—it includes environmental stewardship.
The event was directly led by Teluk Bintuni Police Chief AKBP Hari Sutanto, SIK, accompanied by Deputy Chief Kompol Alexander Putra, along with police officers, sergeants, and the Chairwoman of the Bhayangkari Teluk Bintuni Chapter with her team.
Also in attendance were personnel from Battalion C of the West Papua Police Mobile Brigade, representatives from PetroTekno Bintuni, and members of the Indonesian Journalists Association (PWI) Bintuni.
With a spirit of solidarity, they walked through muddy shores together, planting 1,000 mangrove saplings into the earth, one by one. No one cared about dirty shoes or stained clothes—all were immersed in a warm, collective effort.
Roots That Bind, Leaves That Shelter
Mangroves are not just trees. They are coastal guardians, barriers against erosion, protectors from tidal waves, and sanctuaries for hundreds of marine species. The Avicennia and Bruguiera species planted during the event are known for their high salinity tolerance and their effectiveness in preventing soil erosion.
The planting was carried out on a 5-hectare plot within the Teluk Bintuni coastal nature reserve—an ecologically significant area that has long sustained local fishermen, migratory birds, and serves as a living classroom for younger generations eager to learn about tropical marine ecosystems.
A Message from Nature
In his speech, Police Chief AKBP Hari Sutanto emphasized that this initiative reflects the Bhayangkara’s love for the Papuan land.
> “We want to leave behind a good legacy—not just for today, but for our children and grandchildren. This mangrove planting sends a message that security and peace can also grow from a preserved environment,” he declared confidently.
The Chairwoman of Bhayangkari Teluk Bintuni, who took part in the planting, added that this was also a moment to build collective awareness within the police family about the importance of loving and caring for nature.
> “Women also have a role in protecting the Earth, and we are here today for that,” she said while brushing mud from her palms.
More Than Symbolic
The initiative will not stop at just planting. It marks the beginning of a long-term mangrove conservation program between the Teluk Bintuni Police and the local community. Several partners, including private companies and local groups, have pledged their support to maintain and nurture the planted saplings so they may thrive.
This collaboration illustrates how law enforcement agencies can evolve into environmental protectors. Amid climate change and environmental threats, this action symbolizes that leadership must begin with those at the frontlines of public service.
A Warm Ending, A New Beginning
The event concluded with joyful group photos. Smiles blossomed across the faces of all participants—from top-ranking officials to young officers. They knew they weren’t just planting mangroves that morning—they were planting a future.
As the sky over Teluk Bintuni grew ever brighter, their muddy footsteps paused for one last photo before heading home. Behind them, 1,000 new mangrove trees stood tall—young, resilient, and full of promise. Just like the Bhayangkara officers who continue to grow alongside the people, safeguarding the nation from land to sea.
(Team/MA/Kadate/Inspirasi Papua)
www.inspirasipapua.id













