LPDS Kerja Sama Dengan SKK Migas Buat Pelatihan Jurnalistik Untuk PWI Bintuni Dan Pembagian Sertifikat UKW

Bagikan berita ini

Visits: 46

LPDS Kerja Sama Dengan SKK Migas Buat Pelatihan Jurnalistik Untuk PWI Bintuni Dan Pembagian Sertifikat UKW

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Seluruh anggota dan pengurus PWI Kabupaten Teluk Bintuni sekitar 12 wartawan ditambah 3 wartawan dari luar PWI Teluk Bintuni mengikuti Pelatihan Jurnalistik Hulu Migas Wilayah Papua dan Maluku tahun 2023 Klaster Papua Barat bersama PWI Manokwari, Bintuni dan Fakfak secara Zoom Meeting, Selasa (07/10/2023).

Pelatihan Jurnalistik Hulu Migas Wilayah Papua dan Maluku itu diselenggarakan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) bekerja sama dengan SKK Migas – KKKS Wilayah Papua dan Maluku berlangsung di Aula Penginapan Kartini Bintuni.

Dalam pelatihan jurnalistik itu juga dihadiri langsung oleh Ketua PWI Papua Barat Bustam. Acara pelatihan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama.

Kemudian Pelatihan dimulai sekitar pukul 10.00 Wit yang diawali dengan sambutan pembukaan pelatihan Jurnalistik Hulu Migas Papua Maluku Manokwari, Bintuni, Fakfak oleh Direktur LPDS Kristanto Hartadi.

Kemudian dilanjutkan pembicara dari KKKS BP Tangguh Fredi Kutanggas selaku Lokal Stakeholder Relation Officer.

Fredi Kutranggas dalam presentasinya mengungkapkan bahwa proyek Train 3 pada tahun 2023 sudah mulai beroperasi dan soal program-program investasi sosial di Tangguh yang mengacu pada Amdal yang diturunkan pada kegiatan community development BP Tangguh.

“Diantaranya 62 kampung di daerah dampak mendapatkan pendampingan di bidang Pendidikan. Dimana sebanyak 89 siswa dari SD hingga Perguruan Tinggi diberikan beasiswa.

Selain itu sekolah-sekolah yang ada di 62 kampung itu juga mendapatkan pendampingan terkait pendidikan berstandar nasional.

Kemudian pada bidang Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Teluk Bintuni dimana dibawah tahun 2017 malaria di Teluk Bintuni masih tinggi dan setelah berkolaborasi dengan Puskesmas-Puskemas maka angka API malaria di Teluk Bintuni turun hingga 0,2,” ujarnya.

Selain itu Fredi Kutanggas berharap kedepan bisa bekerja sama dengan PWI dalam hal pemberitaan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan BP Tangguh yang berdekatan dengan daerah yang terkena dampak proyek LNG Tangguh.

Selain itu juga presentasi dari PT Genting Oil Kasuri terkait perkembangan Amdal dan proyek Migas Kasuri yang beroperasi di Distrik Sumuri Teluk Bintuni.

Dalam pelatihan itu juga disajikan materi tentang Kode Etik Jurnalistik yaitu Kode Etik Pertanggungjawaban dan Hukum yang dibawakan Lestantya R. Baskoro, S.Fils, SH, MH dari LPDS.

Dalam presentasinya diantaranya Lestantya Baskoro mengatakan bahwa berita yang dibuat seorang wartawan harus akurat dan bertanggung jawab hal tersebut merupakan hal yang penting dalam sebuah berita.

“Wartawan Indonesia harus memuat hak jawab nara sumber dan wartawan juga memiliki hak tolak yaitu tidak boleh menyampaikan nama nara sumber yaitu untuk melindungi sumbernya.

Jurnalis itu bekerja untuk public dan bekerja dengan moral.

Dalam paparan materi Kode Etik Jurnalistik Lestantya Baskoro juga menyajikan contoh-contoh menarik terkait pemberitaan beberapa media yang menyajikan berita tidak berimbang.

Wartawan Indonesia harus bersikap independent, menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beretikat buruk.

wartawan Indonesia harus menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya (menunjukkan identitas, tidak ada rekayasa foto dan tidak plagiat).

Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang dan tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis serta cabul. Dan wartawan Indonesia juga tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap,” ujar Baskoro.

Penyajian materi oleh Lestantya Baskoro sangat menarik bagi peserta dimana materi yang disampaikan mudah dicerna peserta.

Selain itu para wartawan juga disajikan materi tentang Bahasa Indonesia Jurnalistik yang diabawakan oleh Direktur Eksekutif LPDS Kristanto Hartadi untuk penyegaran para wartawan dalam menulis berita yang baik.

Kristanto Hartadi dalam zoom meeting menyampaikan ada 4 tahapan dalam berkomunikasi melalui tulisan yaitu mengumpulkan fakta dan data, membuat perencanaan dan menetapkan tujuan dan maksud penulisan.

“Kemudian melakukan komunikasi dalam menulis serta mengevaluasi tulisan yaitu tidak boleh ada kesalahan, fakta harus dikumpulkan dan dicek kebenarannya, pilihan kata-kata dalam kalimat harus tepat, struktur kalimat harus bagus untuk mencapai tujuan penulisan,” ungkapnya.

Selain itu, Kristanto Hartadi juga menjelaskan bahwa menuliskan berita adalah proses komunikasi yang alat utamanya adalah kata, kalimat dan tanda baca. Dimana Kalimat efektif, komunikasi efektif maka tujuan akan tercapai.

“Bahasa Indonesia Jurnalistik adalah ragam bahasa yang banyak digunakan di media massa dengan ciri tetap memperhatikan kaidah Bahasa Indonesia yang baku, sesui dengan EYD 2022.

Mudah dipahami oleh khalayak mulai dari orang kebanyakan hingga para cendekia, sangat demokratis semua diperlakukan sama dan setara. Populis menggunakan pilihan kata atau diksi yang mudah dipahami bersama.

Logis kata, kalimat yang digunakan sesuai dengan akal sehat, lugas tidak bertele-tele, kalimat efektif.

Kalimat efektif yaitu sebuah kalimat disebut efektif bila pesan yang disampaikan dapat dimengerti dan dan diterima dengan jelas, yang mempengaruhi kejelasan apabila terdapat kesalahan gramatikal.

Serta tidak ada salah mengeja, menggunakan diksi yang tepat dan tidak bertele-tele, kalimat efektif pada umumnya terdiri dari unsur subyek, predikat (kata kerja), obyek dan bila perlu ditambah dengan keterangan atau pelengkap dikenal dengan SPOK, tidak terlalu panjang, serta kurangi atau hindari kalimat majemuk,” tutur Kristanto.

Direktur Eksekutif LPDS itu juga memberikan contoh kalimat-kalimat SPOK. Materi disampaikan dengan lugas dan mudah diterima peserta pelatihan.

Pemateri terakhir yaitu Pryambodo RH menyajikan materi tentang Karya Jurnalitik Media Siber Kreatif, Deskriptif dan Naratif.

Materi yang disampaikan sangat menarik memaparkan tentang media massa yaitu media cetak, media elektronik, TV Online, media online dan berbagai media sosial untuk penyampaian berita ke publik.

Pantauan media ini, nampak peserta Pelatihan Jurnalistik Hulu Migas Papua Maluku dari 3 kluster yaitu Manokwari, Bintuni dan Fakfak sangat antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para nara sumber atau pembicara.

Usai pelatihan Jurnalistik Hulu Migas Papua Maluku dengan Kluster Manokwari, Bintuni dan Fakfak melalui Zoom Metting.

Dilanjutkan dengan penyampaian pengumuman Lomba Penulisan Feature oleh LPDS yang bertemakan : ”Peran Industri Migas Dalam Mensejahterakan Masyarakat Lokal”.

Dimana setiap wartawan bisa menulis fature lebih dari 1 berita. Paling lambat tulisan dikirimkan pada tanggal 13 November 2023.

Peserta terbagi dalam kelompok-kelompok yang akan didamping 1 instruktur dimana pendampingan akan dilakukan tanggal 14 sampai 21 November 2023.

Adapun pemuatan tulisan feature itu pada tanggal 24 November 2023 di media masing-masing.

Setelah kegiatan pelatihan Jurnalitik, dilanjutkan dengan pembacaan doa kemudian penyerahan 10 sertifikat Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) kepada 10 wartawan yang telah mengikuti UKW di Bintuni pada tanggal 17 dan 18 Juli 2023. Terdiri dari 4 wartawan Muda dan 6 wartawan Madya.

Pembagian sertifikat UKW itu diserahkan langsung oleh Ketua PWI Papua Barat Bustam dan Ketua PWI Teluk Bintuni Fideles Wiran. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan foto bersama. (ahm-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *