Tangani Inflasi Daerah, Provinsi Papua Barat Gelar Pasar Murah Di Bintuni Dan Masyarakat Sambut Dengan Antusias

Bagikan berita ini

Views: 47

Tangani Inflasi Daerah, Provinsi Papua Barat Gelar Pasar Murah Di Bintuni Dan Masyarakat Sambut Dengan Antusias

 

Warga Bintuni saling berdesakan untuk menyerahkan foto copy KK guna mendapatkan paket bahan pokok.IP-IST

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Masyarakat Bintuni begitu antusias menyambut Pasar Murah yang digelar pemerintah provinsi Papua Barat melali Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat bekerja sama dengan Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Teluk Bintuni selaku OPD terkait.

Dalam pelaksanaan Pasar Murah atau operasi pasar tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Povinsi Papua Barat dan Dinas Perindagkop dan UMKM Teluk Bintuni menurunkan tim untuk melayani masyarakat Bintuni yang datang begitu banyak sehingga paket bahan pokok yang berisikan 1 rak telur, beras 10 kg, terigu 1 kg, minyak goreng 1 kg, gula pasir 1 kg yang dijual kepada masyarakat dengan harga per paket sebesar Rp. 135 ribu tidak cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat Bintuni.

Plt. Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Teluk Bintuni A. Tuhuleruw, SIP, Sabtu (15/04/2023)  kepada media ini ketika dikonfirmasi di Ruko Panjang tempat pelaksanaan Pasar Murah atau Operasi Pasar mengatakan bahwa pasar murah itu digelar provinsi Papua Barat dalam rangka stabilisasi harga bahan pokok  menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 H atau tahun 2023 untuk mengantisipasi inflasi daerah.

Warga Bintuni antri untuk membeli paket bahan pokok murah dari provinsi  yang mengadakan operasi pasar dalam rangka menstabilkan harga.IP-IST

“Paket ini dibawa dari provinsi bantuan dari pemerintah provinsi Papua Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat yaitu berupa telur sebanyak 1.000 rak dan bahan pokok juga 1.000 paket yang terdiri dari beras 10 kg, minyak goreng 1 liter, tepung terigu 1 kg serta gula pasir 1 kg.

Telur 1 rak Rp. 35.000 dan sembako 1 paket Rp. 100.000. Hal ini sudah didistribusikan kepada masyarakat Bintuni namun terlihat belum dapat menjangkau seluruh masyarakat yang datang untuk membeli bahan pokok tersebut.

Hal disebabkan begitu tingginya animo masyarakat untuk datang membeli bahan pokok. Dimana masih banyak masyarakat yang datang tidak kebagian bahan pokok tersebut,” ungkap Kepala Dinas Perindangkop Bintuni itu.

Tuhuleruw juga menjelaskan bahwa operasi pasar yang dilakukan provinsi Papua Barat itu awalnya dirinya meminta kepada provinsi melalui Bapak Bupati lalu provinsi menjawab permintaan tersebut.

“Setelah kegiatan pasar murah ini kami belum tahu apakah operasi pasar dari provinsi ini masih di lakukan atau tidak. Namun dari provinsi sudah mengevaluasi dan menunjukkan bahwa stock belum menjawab.

Sehingga saya berharap kepada pemerintah provinsi agar pasar murah itu di evaluasi dan kalau memungkinkan pasar murah ini agar kembali dilakukan di Bintuni karena masyarakat Bintuni begitu antusias untuk mendapatkan bahan pokok murah.

Dimana permintaan masyarakat melebihi sehingga kita tidak mampu melayani begitu banyaknya mereka yang datang untuk membeli paket bahan pokok murah ini.

Sebenarnya pasar murah untuk kabupaten juga ada namun dananya belum keluar sehingga belum jalan. Dan sesuai rapat tim penanggulangan inflasi daerah (TPID) Kabupaten Teluk Bintuni dimana dananya belum keluar sehingga Bapak Wakil Bupati meminta menggelar pasar murah lalu saya minta ke provinsi sehingga kegiatan pasar murah ini jalan,” terangnya.

Sedangkan kepada pemerintah kabupaten kami harap agar pasar murah dipercepat karena Hari Raya Idul Fitri 1444 H tahun 2023 semakin dekat agar menjelang lebaran pasar murah bisa dilaksanakan,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat menjual sembako dengan harga murah 100 paket khusus untuk orang Papua dan 900  paket untuk umum yaitu bisa untuk orang Papua dan suku nusantara.

Pantaian media ini pembagian dilaksanakan sejak pagi hingga sore terlihat masih banyak masyarakat yang belum mendaptkan paket bahan pokok mura tersebut.

Pada pasar murah tersebut masyarakat cukup membawa foto copy kartu keluarga sebagai syarat dan uang tunai Rp. 135 ribu maka sudah bisa mendapatkan paket bahan pokok murah. (03-IP)

About Post Author

banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *