Usulan Dana Pekerjaan Jembatan Gantung Mosut Jauh Akan Dimasukkan Di APBD-P Tahun 2022

Nampak kondisi jembatan gantung sepanjang 500 meter yang terbuat dari bambu menghubungkan distrik Moskona Utara dan distrik Moskona Utara Jauh. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 2

BINTUNI, InspirasiPapua.idSatu-satunya akses yang menghubungkan Distrik Moskona Utara dengan distrik Moskona Utara Jauh yaitu Jembatan Gantung Bambu yang panjangnya 500 meter. Dimana setiap 5 atau 6 bulan sekali masyarakat harus memperbaiki jembatan tersebut agar tetap kokoh dan dapat dilalui warga masyarakat distrik Moskona Utara Jauh.

Plt. Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Teluk Bintuni Suradi, ST, MT. IP-IST

Sesuai informasi yang diperoleh dari warga masyarakat Distrik Moskona Utara Jauh bahwa jembatan tersebut sudah banyak makan korban.

Sebab orang atau barang  yang lewat di atas jembatan gantung yang masih terbuat dari bambu itu apabila jatuh ke sungai Sebyar yang mengalir dibawahnya dipastikan hilang dan tidak bisa ditemukan lagi. Akibat derasnya aliran sungai Sebyar.

Mengatasi persoalan yang dihadapi warga masyarakat Distrik Moskona Utara Jauh selama ini, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Teluk Bintuni sejak tahun 2020 sudah melakukan pengadaan bahan-bahan jembatan yang terbuat dari baja dan itu sudah lengkap yang saat ini masih disimpan di Distrik Moskona Utara.

“Waktu itu bahan-bahan jembatan gantung itu kita angkut dengan helicopter dari Sorong dan Manokwari. Dan saya sendiri yang tangani saat itu.

Padahal sebenarnya kalau anggaran pengerjaan jembatan gantung tersebut pada waktu itu sudah ada maka pada tahun 2020 kita sudah pasti kerjakan.

Nampak Kantor Dinas PUPR Kabupaten Teluk Bintuni dari depan. IP-IST

Sehingga saat itu kita baru mengerjakan tiang pancang jembatan saja. Akibat dana Dinas PUPR saat itu direfocusing atau  dilakukan pemotongan anggaran untuk dialihkan ke penanaganan covid-19.

Dan proyek itu tidak bisa dikatakan mangkarak sebab terhenti karena belum adanya biaya pengerjaan akibat recofusing anggaran.

Maunya kita proyek itu secepatnya dikerjakan supaya persoalan yang terjadi di masyarakat bisa teratasi,” ungkap Plt. Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Teluk Bintuni Suradi, ST, MT kepada media ini, Jumat (08/07/2022) saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Teluk Bintuni di Kompleks Perkantoran Bumi Saniari SP-3 Distrik Manimeri.

Plt. Sekretaris Dinas PUPR itu juga mengatakan bahwa pemasangan tiang pancang jembatan gantung distrik Moskona Utara Jauh itu sudah dilakukan pada tahun 2020 dan sekarang tinggal menunggu biaya pengerjaan jembatan gantung tersebut yang diperkirakan memerlukan biaya Rp. 600 juta hingga Rp.800 juta.

“Dimana biaya pengerjaan jembatan gantung itu  anggarannya akan kita masukkan pada sidang anggaran APBD Perubahan tahun 2022 ini dan itu menjadi prioritas bersama dengan beberapa jembatan gantung lainnya yang juga akan kita bangun.

Jembatan gantung yang ada saat  ini beresiko bagi warga masyarakat Distrik Moskona Utara Jauh karena hanya terbuat dari bambu dengan slang hanya dari tali biasa,” paparnya. (01-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *