Bupati Ajak MUI Dan Ormas Islam Bersama Pemerintah Memajukan Dan Rawat Bintuni

Plt. Sekda Teluk Bintuni Drs. Frans N. Awak mewakili Bupati Teluk Bintuni membuka Musda IV DPD MUI Kabupaten Teluk Bintuni bertempat di Aula Kementrian Agama Teluk Bintuni. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 11

Bupati Ajak MUI Dan Ormas Islam Bersama Pemerintah Memajukan Dan Rawat Bintuni

BINTUNI, InspirasiPapua.idBupati Teluk Bintuni ajak ormas-ormas Islam dan MUI merupakan mitra strategi pemerintah untuk membangun kabupaten Teluk Bintuni.
“Saya harap Ormas-Ormas Kegamaan khususnya Ormas Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama-sama pemerintah  memajukan bangsa dan negara khususnya Kabupaten Teluk Bintuni sebagai rumah kita bersama, kita rawat bersama,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Teluk Bintuni Drs. Frans N. Awak, Selasa (09/08/2022).
Pada saat dirinya membacakan sambutan Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT pada Acara Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Pimpinan Daerah Majelis Ulama Indonesia (DPD MUI) Kabupaten Teluk Bintuni yang dilaksanakan di Aula Kementrian Agama Teluk Bintuni di Tisai SP-5 distrik Bintuni Timur.
Suasana Pembukaan Musda IV DPD MUI Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa 09 Agustus 2022 bertempat di Aula Kementrian Agama Teluk Bintuni di Tisai SP-5 distrik Bintuni Timur. IP-IST
Lanjut Bupati Bintuni bahwa dalam suasana jelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 banyak prestasi yang telah diukir bersama. “Tetapi juga banyak rencana yang belum kita wujudkan, maka dalam momen acara Musyawara Daerah Ke-4 MUI Teluk Bintuni yang dilaksanakan saat ini, dengan Thema: ”Mempertegas Peran Majelis Ulama Indonesia Dalam Mewujudkan Islam Wasatiyah Menuju Teluk Bintuni yang Religius dan Berdaya Saing”.
“Maka sebagai Bupati Teluk Bintuni, saya menghimbau kepada segenap komponen bangsa Indonesia, baik pemerintah maupun masyarakat. Serta Ormas-Ormas Islam mari bersama-sama kita lakukan sesuatu yang terbaik untuk anak cucu kita. Meninggalkan sesuatu yang baik dan terus dibanggakan oleh mereka dikemudian hari, jangan jadikan perbedaan dan perpecahan sebab kelak mereka akan mengutuk kita dikemudian hari.
Terkait hal tersebut maka suatu keharusan bagi Majelis Ulama Indonesia untuk meneguhkan jati diri dan itikad dengan suatu wawasan untuk mengelola proses perwujudan peradaban Islam di dunia.
Yang tidak lain adalah masyarakat atau umat yang berkualitas khaira ummah yang menekankan nilai-nilai persamaan (almusawah) keadilan (al-adlah), moderat (at-tawasuth), keseimbangan (at-tawazun), dinamis (at-tathowur) dan demokrasi yang Islami (al-syura).
 Pesan saya “Mari Kita Jaga, Kita Pu Anak Cucu dari Bahaya, Miras, Narkoba, Lem Aibon, Gem Online, Sex dan Pergaulan Bebas”,” papar Bupati.
Bupati Bintuni dalam sambuatannya itu juga mengatakan bahwa banyak problematika umat dan bangsa yang harus segera diatasi. “Penyelesaian berbagai masalah tersebut tentu saja tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja sebab pemerintah juga memiliki keterbatasan.
Dimana Organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia, Ormas Islam serta Pondok Pesantren di Kabupaten Teluk Bintuni memegang peran strategis dalam mengatasi berbagai masalah Umat dan Bangsa di negara ini.
Semua yang sudah kita rencanakan tersebut harus berubah total. Semua ini tidak boleh mengurangi rasa syukur kita dalam memperingati 77 Tahun Indonesia Merdeka,” ujar Bupati.
Bupati juga menuturkan bahwa warga masyarakat Teluk Bintuni akan menghadapi  pesta demokrasi, baik PILEG, PILPRES maupun PILKADA di Tahun 2024.
“Hal tersebut merupakan agenda Negara yang wajib untuk kita laksanakan, kita terus rawat persatuan dan kesatuan, Demokrasi harus tetap berjalan dengan baik, tanpa mengganggu kenyamanan dan perdamaian, dengan mengedepankan budaya adiluhung bangsa Indonesai dan menjunjung tinggi kearifan lokal di Teluk Bintuni.
Agenda pemilu 2024 harus tetap berjalan dengan penuh toleransi dan persaudaraan, guna menghasilkan pemimpin yang terbaik untuk rakyat, tepat untuk Teluk Bintuni.
Nilai-nilai Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Persatuan dan Kesatuan nasional, tidak bisa dipertukarkan dengan apapun juga. Kita tidak bisa memberikan ruang sedikit pun kepada siapa pun yang menggoyahkannya.
Para ulama, zuama, dan cendikiawan muslim sekiranya menyadari bahwa negara Indonesia, khususnya Pemerintah Teluk Bintuni memerlukan Islam sebagai landasan bagi pembangunan masyarakat yang maju dan berakhlak.
Oleh karena itu, keberadaan organisasi para ulama, zuama dan cendikiawan muslim adalah suatu konsekuensi logis dan persyarat bagi berkembangnya hubungan yang harmonis antara potensi untuk kemaslahatan, kebaikan dan kemajuan seluruh umat di kabupaten Teluk Bintuni.
Karena umat Islam adalah bagian terbesar dari bangsa Indonesia, maka wajar jika umat Islam memiliki peran dan tanggung jawab terbesar pula bagi kemajuan dan kejayaan Indonesia di masa depan, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni yang kita cintai bersama.
Namun, suatu hal yang tidak boleh dinafikan bahwa umat Islam menurut hemat saya masih mengahadapi berbagai aspek, baik itu aspek sosial, pendidikan, kesehatan, kependudukan, ekonomi dan politik.
Sistem pendidikan nasional harus dan terus mengedepankan nilaiinilai keTuhanan, yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia, serta unggul dalam inovasi dan teknologi.
Kita ingin dan sepakat semua platform teknologi harus mendukung transformasi kemajuan bangsa. Peran media-digital  yang saat ini sangat besar harus diarahkan untuk membangun  nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan dalam bingkai agama dan budaya.
Seharusnya, prilaku media tidak dikendalikan untuk mendukung clik, like dan sare tapi seharusnya didorong untuk menyebar berita yang kontribusi positif bagi kemanusiaan dan kepentingan bangsa, khusnya kepentingan Kabupaten Teluk Bintuni yang sama-sama kita cintai ini,” terang Bupati.
Bupati Bintuni juga menambahkan bahwa tujuan besar kita hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen bangsa dengan gotong royong, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan tujuan yang mulia.
“Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling pancasilais sendiri. Semua merasa paling benar dan memaksakan kehendak itu hal yang biasanya tidak benar.
Dimana  seluruh masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni harus menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli, sehingga apapun yang kita rencanakan bisa terwujud secepatnya dan dinikmati oleh seluruh masyarakat,” pungkas Bupati.
Usai membacakan sambutan Bupati, Plt. Sekda Teluk Bintuni Drs. Frans N. Awak membuka mewakili Bupati membuka Musda IV DPD MUI Kabupaten Teluk Bintuni yang ditandai dengan menabuh Tifa.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum MUI Provinsi Papua Barat, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Papua Barat, Forkopimda Kabupaten Teluk Bintuni, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah MUI Kabupaten Teluk Bintuni, pimpinan Ormas Islam baik Nahdatul Ulama, Muhammadiyah dan yang lainya, Ketua LMA 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Pemuda. (01-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *