Bupati Telbin Minta Dukungan SKK Migas Dalam Penerimaan TK Di LNG Tangguh Ada Keterbukaan

Bupati Teluk Bintuni didampingi Kepala Bappelitbangda Teluk Bintuni fose bersama dengan Kepala SKK Migas Pusat Dwi Soetjipto dan Deputi. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 8

BINTUNI, InspirasiPapua.idBupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT minta dukungan SKK Migas  dalam penerimaan tenaga kerja di LNG Tangguh oleh subkon-subkon dari CSTS ada keterbukaan.

“Sebab beberapa waktu lalu terjadi pemalangan di kantor Perwakilan (LO) BP Tangguh  dan CSTS di Bintuni. Akibat tidak adanya keterbukaan penerimaan TK oleh CSTS selaku main kontraktor dan sub kotraktor-sub kontraktornya dalam mempekerjakan TK lokal di Train 3 BP Tangguh tersebut.

Karyawan di LNG Site di Teluk Bintuni Papua Barat sedang memeriksa pasokan pengapalan LPG. IP-IST

Dengan adanya permasalahan TK tentunya secara tidak langsung imbasnya juga akan dialami oleh BP Tangguh,” ungkap Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT, Selasa (01/03/2022) pekan lalu dalam pressrealisenya kepada wartawan di Bintuni ketika dirinya usai bertemu dengan Kepala SKK Migas bersama Deputi-Deputinya di Jakarta.

Bupati Teluk Bintuni kepada SKK Migas pusat juga  menjelaskan bahwa saat ini Sekolah Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM TB) sudah menghasilkan alumni sebanyak 800 TK yang siap pakai.

“Dan alumni P2TIM TB itu sudah ada 20 orang yang bekerja di perusahaan Migas di Brunei, 33 orang bekerja di perusahaan Batam serta 1 orang juga sudah bekerja di Qatar Timur Tengah.

Dan ada persiapan untuk tenaga welder sebanyak seratus lebih alumni P2TIM TB untuk diterima di Weda Halmahera.

Selain itu Pemkab Teluk Bintuni juga sudah menyurat ke Menteri BUMN bahwa untuk pembangunan Smelter di Gresik kita juga sudah siapkan alumni P2TIM TB yang memiliki spesifikasi welder, scafolder yaitu masih ada sekitar 200 lebih yang saat ini belum bekerja.

Dan tahun ini Pemkab Teluk Bintuni juga akan membuat bengkel kerja untuk menampung alumni P2TIM yang belum dapat kerja tersebut agar mereka bisa bekerja dan memiliki sedikit pemasukan untuk keluarga,” sebut Bupati Bintuni.

Lanjut Bupati Petrus Kasihiw bahwa selama ini tidak ada keterbukaan penerimaan TK lalu masyarakat itu mendengar isu-isu bahwa ada TK dari luar begitu banyak datang bekerja di LNG Tangguh lalu mereka palang pelabuhan, palang Bandara.

“Akhirnya  membuat kita repot dan untuk tidak mengulang kejadian-kejadian seperti ini maka kita mohon dukungan SKK Migas agar CSTS dan sub kontraktor-sub kontraktor lebih terbuka dalam penerimaan TK. Dan saat ini TK siap  pakai dari alumni P2TIM TB masih ada sekitar 300 lebih yang siap kerja.

Terkait hal itu kami juga sudah duduk bicara  secara bertahap antara Dinas Tenaga Kerja Teluk Bintuni, Dinas Tenaga Kerja Papua Barat dan main kontraktor BP Tangguh CSTS kita telah undang untuk duduk bicara dan mungkin kalau ada dukungan dari kepala SKK Migas itu lebih mantap lagi.

Dan kalau isu ketenagakerjaan ini kita bisa atasi saya optimis tidak akan mengganggu proyek Migas yang ada di Teluk Bintuni,” papar Bupati Kasihiw.

Bupati Bintuni itu juga menambahkan bahwa Pemkab Teluk Bintuni tidak dijadikan pemadam kebakaran seperti yang terjadi selama ini.

Nanti kalau ada masalah yang terjadi di LNG Tangguh baru Pemkab Teluk Bintuni dimintai bantuan untuk ikut menyelesaikan.

Sementara kalalu LNG Tangguh tenang-tenang atau tidak ada kejadian atau permasalahan Pemkab Teluk Bintuni diacuin.

Sehingga harus ada keterbukaan dimana kalau ada masalah kita bisa tahu bagaimana menyelesaikannya,” pungkas Bupati Bintuni. (01-IP)

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *