Buka Bukaan Status Phase Akhir Penyelesaian Proyek Tangguh Train 3 

Bagikan berita ini

Visits: 72

*Disnakertrans Papua Barat dan SKK Migas – BP Indonesia

Buka Bukaan Status Phase Akhir Penyelesaian Proyek Tangguh Train 3 

BINTUNI, InspurasiPapua.id- Proyek Tangguh liquefied natural gas (LNG) di provinsi Papua Barat, yang memulai operasi produksinya di tahun 2009, saat ini masih mengandalkan 2 train fasilitas pengelolaanya untuk dapat mengirimkan lebih dari 1.450 kargo dengan kapasitas total 7,6 juta ton LNG pertahun.

Pemaparan progress oleh BP Indonesia. IP-IST

Saat ini kedua train produksi LNG akan segera mendapatkan tambahan kapasitas produksinya hingga peningkatan 50% dari train ketiga yang telah memasuki tahap akhir pembangunannya.

Temu Media, pemaparan SKK Migas, BP, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi PROVINSI Papua Barat.IP-IST

Sebagai salah satu harapan semua pihak atas upaya untuk memberikan manfaat berganda dari hadirnya kegiatan hulu migas di tanah Papua, tidak hanya karena Projek Train 3 juga termasuk dalam bagian dari Projek Strategis Nasional (PSN) di Kawasan Timur Indonesia.

Para wartawan Teluk Bintuni saat mengikuti Temu Media di Manokwari.

Namun juga agar dapat segera mewujudkan adanya tambahan devisa bagi negara dari kegiatan hulu migas, SKK Migas selaku pengawas dan pengendali manajemen operasi kegiatan hulu migas bersama operator KKKSnya BP Indonesia, menyelengarakan acara Temu Media, Rabu (22/02/2023) yang berlangsung di Meetingroom Aston Niu Hotel Manokwari Lantai 4  yang dihadiri 40 lebih jurnalis yang berasal dari Propinsi Papua Barat dan Propinsi Papua Barat Daya.

Acara yang turut menghadirkan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Propinsi Papua Barat, sebagai salah satu narasumber dalam diskusi panel yang cukup hangat dan dibanjiri beberapa pertanyaaan tajam dan lugas dari para jurnalis, yang biasa mewartakan berita dari Kabupaten Teluk Bintuni,  Manokwari, Kabupaten Fakfak, Kota Manokwari serta kabupaten Sorong, berlangsung dari pagi hingga sore.

Topik topik terkini yang didiskusikan tidak terlepas dari harapan ketenaga kerjaan, proses hubungan industrial, penajaman program program investasi sosial dan kebutuhan menjalin kemitraan bersama untuk segera mewujudkan hadirnya industri industri turunan hilir migas di tanah Papua, hingga topik kabar terbaru status phase akhir penyelesaian proyek Train 3, dan rencana proses demobilisasi pekerja proyek.

Desy Unidaja, head of communications and external affairs bp Indonesia dalam awal pemaparan materi presentasinya menyampaikan bahwa acara kali ini merupakan kesempatan pertama untuk kembali bertatap muka dengan rekan-rekan jurnalis setelah terpisah cukup lama dikarenakan adanya pembatasan pembatasan selama pandemi.

Dalam pemaparan terkait update proyek Tangguh Train 3 menyampaikan bahwa Tangguh LNG melalui kontraktor dan subkontraktornya telah memperkerjakan lebih dari 5.400 pekerja yang berasal dari tanah Papua sejak konstruksi dimulai 2016.
”Saat ini, proyek Tangguh Train 3 telah mendekati penyelesaian dan pekerja konstruksi telah mulai di demobilisasi. Ini merupakan sebuah kewajaran dalam siklus proyek hulu migas,” terang Desy.

Menjawab pertanyaan mengenai kapan Proyek Tangguh Train 3 selesai 100%, Desy berujar bahwa “Kami terus melanjutkan pekerjaan dengan aman, sesuai kualitas yang dipersyaratkan, dan dalam waktu sesegera mungkin sesuai target yang dimintakan oleh SKK Migas dan Pemerintah.

Budy Hermawan, Tangguh sustainable project manager BP Indonesia menambahkan bahwa berbagai pelatihan dan peningkatan keahlian telah diberikan kepada para pekerja asal Papua sejak awal.

“Sebanyak 4.219 pekerja telah menerima lebih dari 35 jenis pelatihan tambahan keahlian, peningkatan kapasitas dan kompetens keteknikani, seperti struktur, mekanikal, pemipaan, elektrikal, dan lainnya sebagai komitmen kami dalam peningkatan kapabilitias,” paparnya.

Kepala bidang hubungan industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi provinsi Papua Barat, Ermawati Siregar dalam kesempatan yang sama mengatakan pihaknya mengapresiasi BP Indonesia yang terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas tenaga kerja provinsi Papua Barat untuk memastikan hak-hak para pekerja proyek Tangguh Train 3 yang didemobilisasi terpenuhi dengan baik.

Selain itu, BP Indonesia juga terus mengupayakan untuk mempersiapkan tenaga kerja tersebut dapat meningkatkan keahliannya agar setelah selesai dari proyek Tangguh 3 dapat bekerja di sektor dan proyek lain di luar proyek Tangguh.

“Papua Barat ditopang oleh banyak industri, dengan peningkatan kapasitas tersebut, mereka bisa bekerja di berbagai sektor seperti bengkel, industri kayu dan lain-lain setelah selesai bekerja di proyek Tangguh, “ ujarnya.

Ditempat yang sama, Pjs. Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Papua dan Maluku, Galih Agusetiawan mengatakan bahwa kegiatan hulu migas yang berada di Papua Barat, termasuk didalamnya yang dioperatori oleh BP Indonesia telah terbukti menimbulkan adanya multiplier effect (efek berganda) tidak hanya terhadap perekonomian di daerah bahkan secara nasional.

“Keberadaan Tangguh LNG dan kesuksesan penyelesaian projek Train 3 nantinya, pasti akan membuka peluang memunculkan industri industri turunan baru yang juga akan meningkatkan nilai strategis tambahan bagi perekonomian daerah.

Sehingga perlu dukungan dari semua pihak untuk dapat menciptakan kelancaran operasional dan peningkatan citra investasi dikawasan Timur Indonesia,” tutup Galih. (ahd-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *