Views: 18
Langkah Bersama Bintuni Menyambut 81 Tahun Kemerdekaan
BINTUNI, inspirasipapua.id- Pagi belum terlalu tinggi ketika suara pekikan “Merdeka!” menggema dari halaman Gedung Merah, Selasa, 11 Agustus 2026. Tiga kali pekikan itu disambut serentak oleh ratusan peserta yang sejak pagi berkumpul untuk mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di bawah tema “Indonesia Berdaulat, Adil, Makmur”, jalan sehat itu tidak sekedar menjadi kegiatan olahraga. Ia menjadi ruang perjumpaan: tempat aparatur pemerintah, TNI-Polri, guru, pelajar, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa berjalan dalam barisan yang sama sebagai satu keluarga besar Kabupaten Teluk Bintuni.
Jalan sehat tersebut dilepas Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, didampingi Wakil Bupati Joko Lingara, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sebelum melepas peserta, Bupati Yohanis mengingatkan agar semangat kemerdekaan tetap berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga ketertiban dan keselamatan.
Pesannya sederhana: menikmati kemeriahan kemerdekaan boleh, tetapi keselamatan tetap menjadi yang utama.
“Yang paling utama dari jalan santai ini adalah mempererat kebersamaan sebagai satu keluarga besar Kabupaten Teluk Bintuni,” demikian inti pesan Bupati sebelum peserta bergerak meninggalkan titik start.
Sesaat kemudian, pekikan “Merdeka!” tiga kali dilepaskan. Peserta menjawab dengan suara yang sama lantangnya.
Barisan pun bergerak.
Dari depan Gedung Merah, kantor Badan Pendapatan Daerah Teluk Bintuni, peserta menyusuri jalan menuju Lapangan GSG Bintuni. Di dalam barisan itu terdapat keluarga besar TNI dan Polri, pimpinan organisasi perangkat daerah, ASN, guru, pelajar dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan.
Ada yang berjalan dengan langkah cepat. Ada yang berbincang sambil tersenyum. Anak-anak sekolah bergerak dengan energi khas mereka. Jalan yang biasanya menjadi ruang lalu lintas berubah sejenak menjadi ruang kebersamaan.
Yang menarik perhatian adalah suara anak-anak sekolah yang menyanyikan lagu “Hari Merdeka” karya H Mutahar dengan lantang.
Lagu itu seolah menjadi soundtrack perjalanan pagi tersebut.
Makna lagu “Hari Merdeka” karya H. Mutahar adalah tentang rasa syukur, kebanggaan, dan semangat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Beberapa makna utamanya:
🇮🇩 Mengenang Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai tonggak lahirnya Indonesia sebagai bangsa merdeka.
Menghargai perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan.
Menumbuhkan nasionalisme, agar rakyat bangga menjadi bagian dari Indonesia.
Mengajak persatuan dan gotong royong, karena kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga diisi dengan kerja bersama.
Mengingatkan generasi penerus bahwa kemerdekaan harus dijaga dan dipertahankan.
Jadi, inti pesannya bukan sekedar “merayakan 17 Agustus”, tetapi menghidupkan kembali semangat perjuangan untuk menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
dibicarakan dalam ruang kelas atau upacara, tetapi juga dihidupkan melalui kebersamaan.
Bagi generasi muda, kegiatan seperti ini menjadi pelajaran kewarganegaraan dalam bentuk yang sederhana. Mereka belajar bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang tanggal 17 Agustus 1945, melainkan juga tentang menjaga persatuan, menghormati sesama, hidup tertib, dan membangun daerah bersama-sama.
Beberapa kilometer perjalanan ternyata tidak menyurutkan semangat peserta.
Bupati Yohanis Manibuy, Wakil Bupati Joko Lingara, Kapolres AKBP Marully Rachmat Azwar dan jajaran Forkopimda yang berada di barisan depan tetap berjalan bersama peserta. Tidak ada jarak antara pejabat dan masyarakat. Mereka menempuh jalan yang sama, merasakan udara pagi yang sama, dan sesekali menyapa warga yang berada di sepanjang rute.
Di situlah makna lain dari jalan sehat itu muncul: kemerdekaan tidak hanya dirayakan dari atas panggung, tetapi juga dari jalan-jalan tempat masyarakat hidup dan berinteraksi setiap hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Sekda Teluk Bintuni Ir. I.B. Putu Suratna, MM, anggota DPR Provinsi Papua Barat Erwin Beddu Nawawi, anggota DPRK Teluk Bintuni Daniel Dudung dan sejumlah anggota DPRK lainnya.
Para pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan juga ikut berjalan bersama.
Sesampainya di Lapangan GSG Bintuni, peserta beristirahat. Setelah menempuh perjalanan, mereka disambut air mineral dan segelas bubur kacang hijau hangat.
Suasananya sederhana, tetapi justru di situlah terasa keakraban. Orang-orang yang sebelumnya berjalan dalam barisan mulai duduk, berbincang, dan menikmati hidangan bersama sembari menunggu dimulainya rangkaian kegiatan berikutnya.
Tak lama kemudian, seluruh peserta bersiap mengikuti kick off rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dibuka secara resmi oleh Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy.
Dari sebuah jalan sehat, pagi itu Bintuni memperlihatkan satu pesan penting: kemerdekaan akan selalu membutuhkan langkah bersama.
Langkah untuk menjaga persatuan. Langkah untuk merawat kebersamaan. Langkah untuk mendidik generasi muda. Dan langkah untuk membawa Kabupaten Teluk Bintuni menuju cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.
Sebab Merah Putih tidak cukup hanya dikibarkan.
Ia juga harus diwujudkan dalam sikap, kerja, persatuan dan keberanian untuk membangun Negeri.
**(Tim/red/MA/inspirasi Papua)**













