Views: 569
Langkah Seirama di Bumi Sisar Matiti: Lomba Gerak Jalan Bintuni Meriahkan HUT ke-80 RI
Vidio : Bupati Teluk Bintuni Buka Lomba Gerak Jalan
BINTUNI – Sore itu, Rabu (13/8/2025), langit Teluk Bintuni berwarna keemasan. Jam baru menunjukkan pukul 14.00 WIT, namun riuh tepuk tangan, sorakan, dan tawa sudah menggema di sekitar garis start lomba gerak jalan. Dari anak SMA hingga pegawai dinas, dari ibu-ibu organisasi masyarakat hingga bapak-bapak berseragam rapi, semua berkumpul dengan satu semangat: Merdeka!
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, SE, MH—yang akrab disapa Anisto—memecah suasana dengan pekikan lantang, “Merdeka!” sebanyak tiga kali. Sorakan “Merdeka!” dari peserta membalas dengan energi yang tak kalah menggelegar. Momen itu, seakan menjadi penanda bahwa semangat persatuan dan kesatuan di Bumi Sisar Matiti tak pernah pudar.
“Sebagai bangsa yang besar, kita patut bersyukur dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Walau berbeda-beda, kita tetap satu,” ujar Bupati Anisto, disambut anggukan setuju para hadirin.
Di barisan depan, Wakil Bupati Joko Lingara, jajaran Forkopimda, Ny. Vera Manibuy, Ny. Nurdiana Lingara, Ketua Panitia HUT ke-80 RI Mozes Koropasi, hingga para pimpinan OPD berdiri mendampingi. Sorot mata mereka tertuju pada 36 tim yang siap bertanding—dari awalnya 47 tim pendaftar—yang datang dari berbagai kalangan: pelajar SMA, pegawai OPD, hingga organisasi masyarakat serta TNI yang juga ikut ambil bagian dalam menyemarakkan lomba gerak jalan itu.
Bendera start berkibar ketika hitungan mundur dari angka lima berakhir. Sorak penonton membuncah, langkah demi langkah para peserta bergerak seirama, memadukan kekompakan barisan dengan semangat gotong royong.
Lomba gerak jalan ini tak sekedar soal kecepatan dan kekompakan. Bupati Anisto mengibaratkannya sebagai simbol perjalanan bangsa: berjalan bersama, saling menguatkan, menuju Indonesia Maju.
“Menang atau kalah itu biasa. Tapi semangat merdeka itulah yang harus terus kita miliki,” serunya, kembali menggaungkan “Merdeka!” yang bergema di seluruh lapangan.
Ketua Panitia Mozes Koropasi menjelaskan, pemenang lomba akan mendapat piala dan uang pembinaan. Namun hadiah sejati sore itu bukan sekadar trofi, melainkan kebersamaan yang tercipta—dari senyum anak SMA yang semangat melangkah, hingga tawa ibu-ibu yang tetap kompak meski napas tersengal.
Di Teluk Bintuni, gerak jalan bukan hanya lomba. Ia adalah perayaan persatuan, bukti bahwa di bawah langit merah putih, setiap langkah kita berarti.
(Tim Redaksi KADATE/Inspirasi Papua)













