Views: 262
Diamankan Setelah Penyelidikan Sehari Penuh, Kisah Penangkapan Terduga Pencuri Rumah Tangga di Bintuni
Laporan: MA/Kadate/Inspirasi Papua
BINTUNI – Kamis pagi, 17 Juli 2025, langit Teluk Bintuni tampak cerah. Di bawah kesejukan cuaca pagi itulah, Tim Macan Gunung Satreskrim Polres Teluk Bintuni mulai bergerak.
Hari itu, mereka punya satu misi: mengungkap kasus pencurian yang telah meresahkan warga di kawasan Jalan Raya Bintuni–Tisay.
Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hari Susanto, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni AKP Boby Rahman, S.I.K menjelaskan Kronologi Kejadian, bahwa laporan masuk dua hari sebelumnya.
“Sejumlah barang dari rumah salah satu warga di Bintuni dilaporkan hilang—dari alat dapur hingga mesin giling daging. Barang-barang yang tampaknya sepele, tapi sangat berarti bagi keluarga yang memilikinya.
Langkah Demi Langkah, Sampai Pelaku Ditemukan
Penyelidikan dimulai sekitar pukul 10.00 WIT. Tim turun ke lapangan, menelusuri jejak dan informasi dari warga, termasuk memantau pergerakan dari jaringan informan yang mereka sebut sebagai “cepu”.
“Hingga pukul 12 siang, fokus mengarah pada satu titik di Jalan Raya Bintuni–Tisay. Di sinilah dugaan kuat mengarah pada aksi pencurian yang cukup rapih. Tim kemudian mengumpulkan keterangan dari para saksi dan korban. Satu per satu cerita warga membentuk pola. Nama dan ciri-ciri mulai terkumpul.
Setelah hampir tujuh jam bergerak di lapangan, tepat pukul 17.00 WIT, Tim Macan Gunung akhirnya mengamankan seorang pria berinisial F.W, usia 37 tahun, warga Kampung Lama. Ia diduga kuat sebagai pelaku pencurian,” ungkap AKP Boby.
AKP Boby juga menuturkan, barang-barang yang disita, mulai dari HP hingga Mesin Giling, saat penangkapan dilakukan, Tim menemukan sejumlah barang bukti yang diduga hasil curian.
“Beberapa di antaranya adalah: dua buah handphone (Oppo abu-abu dan Samsung hitam), Magic com merek Philips, Kipas angin kecil, Mesin giling daging merek Atlas, Mangkuk Mikado, sepuluh gelas kaca dan tujuh penutupnya, jam tangan merek Alba serta beberapa pakaian.
Barang-barang itu mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang, namun di baliknya tersimpan nilai dan kegunaan penting bagi pemilik yang kehilangan,” terangnya.
Lebih dari Sekadar Penangkapan
Ini bukan cuma soal menangkap pelaku. Tapi bagaimana kehadiran polisi bisa mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.
“Setelah pelaku diamankan, ia bersama barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Teluk Bintuni. Proses hukum pun berjalan—dari pembuatan laporan hasil penyelidikan, gelar perkara, hingga pengembangan untuk mencari tahu apakah ada pelaku atau korban lain,” ujar Kasat Reskrim.
Situasi Aman, Masyarakat Tenang
Yang patut disyukuri, seluruh proses penyelidikan dan penangkapan berlangsung dalam kondisi aman, lancar, dan terkendali. Tak ada keributan, tak ada perlawanan berarti.
Bagi warga Bintuni, penangkapan ini bukan hanya kabar tentang tertangkapnya seorang terduga pelaku pencurian. Lebih dari itu, ini menjadi bukti bahwa di balik kerja diam-diam aparat, ada keberanian dan dedikasi yang besar untuk menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat. ***













